Menteri pendidikan Belanda Maria van der Hoeven mengadakan perlawatan ke Sri Lanka dan Indonesia. Kunjungan ini terutama menyangkut bidang pendidikan, agama, riset dan teknologi. Menurut Ad de Leeuw, direktur NEC, Pusat Pendidikan Belanda di Jakarta, kunjungan ini merupakan kelanjutan kunjungan menlu Belanda Bernard Bot 17 Agustus lalu. Indonesia dan Belanda sepakat mendirikan INHEF, platform Pendidikan Tinggi bersama. Diharapkan kerjasama ini bukan hanya bermanfaat satu arah, tetapi juga semakin banyak mahasiswa Belanda yang dapat menikmati pendidikan di Indonesia. Lebih lanjut berikut Ad de Leeuw:
Kerjasama institusi Indonesia-Belanda
Ad de Leeuw [AdL]: “Kunjungan itu harus dilihat sebagai follow up dari kunjungan menteri Ben Bot, pada 17 Agustus. Dengan itu bisa dikatakan hubungan antara Indonesia dan Belanda sudah diperbaiki lagi, boleh dikatakan sudah jadi normal lagi. Dan waktu itu kan menteri Bot janji bahwa kerjasama antara kedua pemerintah akan lebih luas dan juga bantuan dari Belanda akan dilihat kembali. Dan mudah-mudahan juga bilateral aid juga akan diperbesar.
Dalam rangka itu kan pertemuan pertama dengan menteri Belanda adalah untuk memperkuat kerjasama di bidang pendidikan tinggi dan riset. Terus ada satu dialog antara 15 rektor dari universitas utama Indonesia dengan kedua menteri. Di situ juga kan dibicarakan satu rencana untuk diadakan apa yang disebut INHEF, Indonesian-Netherlands Higher Education Forum. Sebagai semacam platform untuk mengadakan beberapa kerjasama antara institusi Indonesia dengan institusi Belanda.
Waktu itu juga ditandatangani satu letter of intent antara kedua menteri, bahwa dalam waktu sekitar satu tahun akan diadakan satu MoU baru, yang akan menjadi semacam kombinasi dari kedua MoU yang berlaku sekarang. Nah lain dari itu menteri juga mengunjungi LIPI. Akan diadakan satumulty-year agreement untuk LIPI dengan mana LIPI bisa mengirim pakar mudanya untuk masa program ke Belanda. Lain dari itu mereka juga kunjungi Eijkman Instituut di Jakarta, yang boleh dikatakan salah satu institut riset yang tertua di dunia. Dan pada akhirnya mereka kunjungi juga NEC, untuk melihat operasi NEC.”
Peran NEC
Radio Nederland [RN]: “Mengapa NEC? Apa hubungan antara Departemen Pendidikan Belanda dengan NEC?”
AdL: ”Sebenarnya kan NEC didirikan oleh beberapa institusi pendidikan tinggi di Belanda. Dan waktu itu juga diberikan sedikit subsidi dari pemerintah Indonesia, dari menteri pendidikan. Tapi sekarang ini boleh dikatakan bahwa sebagian besar anggaran NEC langsung dibayar oleh Departemen Pendidikan (Belanda). Berarti kita sebagai executing agent untuk Departemen Pendidikan.”
Siswa Belanda ke Indonesia
RN: “Biasanya kerjasama antara Belanda-Indonesia di bidang pendidikan itu biasanya satu arah. Nah apa timbal baliknya dari Belanda?”
AdL: “Kalau kita lihat kan masa depannya, itu kan sudah mulai dipikirkan untuk juga ada pertukaran tidak hanya guru, tapi juga siswa. Dengan mana siswa Belanda akan ke Indonesia. Karena lama-lama ini kan sudah mulai ada cukup banyak program yang menggunakan bahasa Inggris. Dulu kan agak susah untuk siswa Belanda karena mereka harus belajar bahasa Indonesia dulu. Tapi sekarang dengan adanya proram under graduate dan graduate yang pakai bahasa Inggris, menjadi lebih gampang.
Tapi itu kan sebenarnya sudah ada beberapa fakultas yang sudah punya programnya. Yang sudah menerima siswa Belanda. Tapi jumlahnya yah belum puluhan orang, tapi sudah berjalan.”
RN: “Seberapa besar kebutuhannya akan suatu bentuk kerjasama di bidang pendidikan seperti ini?”
AdL: “Sebenarnya hampir semua universitas di Indonesia memang mau kerjasama dengan Belanda. Itu kan dari dulu masih ada banyak ide yang masih mengarah ke sana. Cuma yang susah kan kita harus cari satu kerjasama yang benar-benar berguna untuk kedua pihak. Kan jangan ada satu kerjasama yang hanya satu arah saja. Berarti kan bantuan dari Belanda yang diarahkan ke sini. Supaya kan juga untuk institusi Belanda juga ada gunanya. Misalnya dalam bentuk double degree. Orang bisa studi satu tahun di Indonesia dan satu tahun di Belanda. Dan dapat degree dari dua universitas.”
Mengapa Belanda?
RN: “Tadi bapak mengatakan bahwa hampir semua universitas atau perguruan tinggi di Indonesia itu ingin sekali bekerjasama dengan Belanda. Dimana positifnya Belanda? Mengapa Belanda?”
AdL: “Mungkin saya bisa jelaskan secara negatif dulu. Ada satu arti kata di Indonesiakan: “It’s better to deal with the devil you know than to deal with the devil you don’t know”. Memang dari dulu sudah ada hubungan banyak. Juga kalau kita lihat dari sistim pendidikan di Indonesia, itu sebenarnya kan masih setaraf dengan sistim pendidikan di sana. Juga kan kalau kita dari institusi Belanda yang cari kerjasama pasti selalu mereka juga akan pilih Indonesia. Hampir setiap universitas ada juga kerjasama dengan Indonesia.”

February 4, 2009 at 1:17 pm
[...] Pkn [...]
February 4, 2009 at 1:48 pm
[...] Pkn [...]